Kab. Nganjuk - MTsN 3 Nganjuk melaksanakan kegiatan Pendampingan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Sabtu (17/1). Kegiatan ini didampingi langsung oleh Pengawas Madrasah Heny Suci Herawati, serta dihadiri dan dibuka oleh Kepala MTsN 3 Nganjuk, Mochamad Hernudin. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat.
Dalam pendampingannya, Pengawas Madrasah menyampaikan pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya menumbuhkan nilai kasih sayang, kepedulian, tanggung jawab, dan keteladanan dalam proses pembelajaran maupun budaya kerja di madrasah. Kepala madrasah dalam sambutannya menegaskan bahwa kurikulum ini selaras dengan visi madrasah dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, peduli lingkungan, dan cinta budaya bangsa.
Sebagai wujud nyata penerapan nilai panca cinta KBC dan kesadaran lingkungan, seluruh peserta diwajibkan membawa air minum dalam tumbler serta cangkir atau gelas nonplastik. Cangkir tersebut digunakan khusus untuk minum teh tawar yang disediakan panitia. Dalam kesempatan ini, Pengawas Madrasah Heny Suci Herawati, menjelaskan filosofi teh tawar, yaitu melambangkan kesederhanaan, ketulusan, kejujuran, dan kejernihan niat. Teh tanpa gula dimaknai sebagai ajakan untuk menghadirkan rasa apa adanya, tidak berlebihan, serta menumbuhkan keikhlasan dan kesadaran diri dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Selain itu, peserta mengikuti kegiatan bertukar kado sederhana yang bertujuan menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan saling menghargai antarwarga madrasah. Suasana semakin semarak dengan penampilan tiga peserta yang mengenakan pakaian adat Nusantara lengkap, yaitu Waka Kurikulum Mudi Adjruin, Tsalatsa Yuhanti, dan Achmad Agus Fauzi Tamim. Ketiganya memaparkan filosofi serta makna pakaian dan aksesori adat yang dikenakan di hadapan peserta lain sebagai wujud cinta terhadap budaya bangsa.
Kegiatan budaya semakin hidup ketika Ika Puspitasari, ditunjuk untuk menyanyikan lagu daerah, yang disambut antusias oleh seluruh peserta. Nilai kebersamaan juga tercermin dalam penyajian konsumsi, di mana snack tidak menggunakan box, melainkan disajikan di piring, serta makan bersama dengan menu sederhana tanpa nasi kotak. Panitia menyiapkan tempat khusus untuk mencuci alat makan, dan seluruh peserta dengan penuh kesadaran mencuci sendiri peralatan makan setelah selesai digunakan.
Melalui kegiatan ini, MTsN 3 Nganjuk tidak hanya memperkuat pemahaman tentang Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, tetapi juga mempraktikkan langsung nilai-nilai cinta, kesederhanaan, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. (aaft)

