DWP Kankemenag Nganjuk Gelar Diseminasi Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta pada MATAMUDA
DWP
ptsp.kemenag.kab.nganjuk+DWP@placeholder.com
Nganjuk — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk melalui Bidang Pendidikan menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta pada Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di Aula Atas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi Program Kerja Bidang Pendidikan dalam mendukung penguatan peran keluarga pada pendidikan karakter anak sekaligus mendukung pelaksanaan program prioritas Kementerian Agama di bidang penguatan moderasi beragama.
Kegiatan diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan, pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, serta peserta yang akan terlibat dalam pelaksanaan MATAMUDA di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai implementasi nilai-nilai Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta sebagai bekal dalam mendampingi peserta didik pada kegiatan MATAMUDA yang akan dilaksanakan secara serentak di madrasah.

.jpeg)
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa serta penguatan semangat kebersamaan dalam organisasi.
.jpeg)
Dalam sambutannya, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan yang senantiasa berperan aktif mendukung berbagai program strategis Kementerian Agama. Menurut beliau, keberlangsungan sebuah organisasi tidak bergantung pada figur pemimpin semata, melainkan pada sistem organisasi yang dibangun secara berkelanjutan sehingga mampu terus berjalan dengan baik.
Beliau juga menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang dan sikap dalam beragama yang mengedepankan keseimbangan, saling menghormati, serta menghargai perbedaan. Konsep Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta dinilai menjadi landasan yang tepat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menjadi teladan (uswah) dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Memasuki sesi inti, materi disampaikan oleh Henny Suci mengenai penguatan Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta dalam pelaksanaan MATAMUDA. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Masa Ta'aruf Murid Madrasah merupakan momentum yang sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik sejak hari pertama memasuki lingkungan madrasah.
Beliau menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan akan turut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan MATAMUDA, khususnya melalui penyampaian materi Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta yang dijadwalkan dilaksanakan secara serentak pada 14 Juli 2026 di madrasah-madrasah.Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa tantangan pembentukan karakter generasi muda saat ini semakin kompleks. Pemanfaatan media sosial yang tidak bijaksana dapat memicu sikap emosional, intoleran, dan rendahnya kemampuan menyaring informasi. Selain itu, berkurangnya keteladanan kasih sayang dalam lingkungan keluarga juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pembentukan karakter peserta didik. Oleh sebab itu, penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan perlu terus dilakukan melalui sinergi antara keluarga, madrasah, dan masyarakat.

.jpeg)
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menjelaskan bahwa penguatan moderasi beragama merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama sebagaimana tertuang dalam KMA Nomor 244 Tahun 2025. Program prioritas tersebut meliputi peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, layanan keagamaan yang berdampak, pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi, pemberdayaan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, sukses penyelenggaraan ibadah haji, serta digitalisasi tata kelola.
Pada akhir penyampaian materi, dijelaskan bahwa Panca Cinta menjadi fondasi dalam membangun karakter peserta didik madrasah, yang meliputi cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta tanah air, serta cinta diri sendiri dan sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, memiliki sikap toleran, cinta damai, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam keberagaman.
Melalui kegiatan diseminasi ini, Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan pendidikan karakter melalui implementasi Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta. Diharapkan seluruh peserta dapat menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat, sehingga terwujud generasi yang moderat, berintegritas, serta memiliki karakter yang kuat sesuai dengan nilai-nilai Kementerian Agama.