Kakankemenag Nganjuk Buka Diseminasi Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta, DWP Didorong Jadi Penggerak Harmoni Keluarga
humas
kabnganjuk@kemenag.go.id
Nganjuk – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rahman, secara resmi membuka kegiatan Diseminasi Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Rabu (8/7/2026), di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 131
peserta yang terdiri atas 32 pengurus DWP, 35 pengawas madrasah, 20
perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), 24 perwakilan satuan kerja, serta 20 Agen
Moderasi Beragama. Diseminasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat
pemahaman sekaligus implementasi nilai-nilai moderasi beragama berbasis Panca
Cinta di lingkungan keluarga, satuan kerja, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Abdul
Rahman menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah upaya menyeragamkan
keyakinan, melainkan sikap batin dalam menjalankan ajaran agama dengan tetap
menghormati dan menghargai perbedaan yang ada di tengah masyarakat.
"Moderasi beragama
merupakan sikap internum kita dalam beragama. Setiap orang memiliki cara dan
corak masing-masing dalam menjalankan keyakinannya. Karena itu, yang perlu kita
bangun adalah sikap saling menghormati, saling menghargai, dan hidup berdampingan
secara damai," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan
bahwa konsep Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta merupakan fondasi
yang sangat relevan untuk dikembangkan menjadi berbagai program yang membawa
manfaat bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang berlandaskan cinta kepada
Tuhan, sesama manusia, tanah air, lingkungan, dan ilmu pengetahuan, nilai-nilai
moderasi dapat ditanamkan secara lebih membumi dan mudah diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Abdul Rahman juga mendorong
para Agen Moderasi Beragama serta Dharma Wanita Persatuan untuk menjadi motor
penggerak dalam menyebarluaskan semangat Panca Cinta di lingkungan
masing-masing. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam
membangun karakter keluarga yang moderat, toleran, dan penuh kasih sayang.
"Ibu adalah sosok yang
paling dekat dengan anak. Dari tangan seorang ibu, nilai-nilai kehidupan
pertama kali diajarkan. Karena itu, penanaman nilai moderasi beragama harus
dimulai sejak dini melalui pendekatan yang penuh cinta, kelembutan, dan keteladanan
di dalam keluarga," pesannya.
Ia berharap, berbagai program
yang lahir dari para Agen Moderasi Beragama DWP nantinya mampu memperkuat
budaya saling menghormati, mempererat persaudaraan, serta membangun kehidupan
masyarakat yang rukun dan harmonis.
Menutup arahannya, Abdul
Rahman mengajak seluruh peserta untuk terus menghidupkan semangat pengabdian
dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Ia meyakini bahwa setiap langkah yang
diniatkan untuk memberikan kemaslahatan bagi umat akan bernilai ibadah di hadapan
Allah SWT.
Melalui kegiatan diseminasi
ini, Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk
diharapkan semakin mampu mengambil peran strategis sebagai mitra Kementerian
Agama dalam memperkuat pengarusutamaan moderasi beragama berbasis Panca Cinta.
Dengan menjadikan keluarga sebagai titik awal pembentukan karakter, nilai-nilai
toleransi, saling menghormati, dan cinta kasih diharapkan tumbuh kuat sehingga
mampu melahirkan generasi yang moderat, berakhlak mulia, serta siap menjaga
kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.