Kemenag Nganjuk Dorong Guru Bijak Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
humas
kabnganjuk@kemenag.go.id
Nganjuk — Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dunia pendidikan. Namun, di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, peran guru tetap menjadi kunci dalam membentuk pengetahuan sekaligus karakter peserta didik.
Pesan tersebut mengemuka dalam
Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk
Meningkatkan Kualitas Layanan Peserta Didik yang digelar di MIN 1 Nganjuk,
Selasa (20/10/2026). Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Nganjuk, Dr. Abdul Rahman, dan berlangsung selama dua hari,
20–21 Oktober 2026.
Kepala MIN 1 Nganjuk, Iqbil
Qouly, menyampaikan bahwa dunia pendidikan tidak dapat menghindar dari
perkembangan AI. Menurutnya, lembaga pendidikan dan para guru perlu bergerak
cepat untuk beradaptasi agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara
positif dalam proses pembelajaran.
Senada dengan hal tersebut,
Kakankemenag Nganjuk, Dr. Abdul Rahman, menegaskan bahwa AI telah hadir begitu
dekat dengan berbagai sendi kehidupan. Karena itu, dunia pendidikan perlu
menyiapkan diri, bukan sekadar dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi
juga dengan kebijaksanaan dalam memanfaatkannya.
Dalam pembelajaran, AI dapat
menjadi alat bantu maupun media yang mendukung guru dalam memberikan layanan
pendidikan. Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru,
salah satunya dalam mengukur hasil belajar peserta didik, termasuk
pelaksanaan ujian.
“Teknologi boleh berkembang,
tetapi pembentukan karakter anak tidak boleh tertinggal,” menjadi semangat yang
perlu dikedepankan. Guru dituntut mampu menempatkan AI secara proporsional,
sehingga teknologi tidak menggantikan proses berpikir dan belajar peserta
didik, melainkan membantu mereka berkembang menjadi pembelajar yang kreatif,
kritis, dan bertanggung jawab.
Melalui Bimtek ini, MIN 1
Nganjuk tidak hanya mendorong peningkatan kompetensi digital para pendidik,
tetapi juga meneguhkan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan
dengan nilai-nilai pendidikan dan pembiasaan karakter.
Sebab, masa depan pendidikan
bukan tentang memilih antara teknologi atau manusia. Masa depan pendidikan
adalah ketika teknologi dimanfaatkan oleh guru yang bijak untuk melahirkan
generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menggunakan AI secara bertanggung
jawab.