MIN 7 Nganjuk Perkuat Kompetensi Guru, Wujudkan Madrasah Adiwiyata dan Siaga Kependudukan
humas
kabnganjuk@kemenag.go.id
Nganjuk — Membangun madrasah yang peduli lingkungan dan memiliki kesadaran kependudukan tidak cukup hanya melalui program. Dibutuhkan guru dan pegawai yang mampu menjadi penggerak sekaligus teladan bagi peserta didik.
Pesan tersebut disampaikan
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Dr. Abdul Rahman,
saat membuka Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Pegawai MIN 7 Nganjuk,
Selasa (20/10/2026).
Workshop yang digelar di MIN 7
Nganjuk tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Madrasah Adiwiyata dan
Mewujudkan Madrasah Siaga Kependudukan.” Kepala MIN 7 Nganjuk, Binti
Sokhiful Nikmah, menyampaikan bahwa tema tersebut menjadi bagian dari upaya
madrasah mengimplementasikan Panca Cinta dalam kurikulum pendidikan di MIN 7
Nganjuk.
Menurutnya, pendidikan
lingkungan dan kesadaran kependudukan perlu ditanamkan sejak dini agar peserta
didik tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian terhadap
lingkungan, sesama, dan masa depan kehidupan bersama.
Kakankemenag Nganjuk, Dr.
Abdul Rahman, menyampaikan bahwa semangat Madrasah Adiwiyata sejalan dengan
program Kementerian Agama terkait ekoteologi, yakni membangun kesadaran
bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan nilai
keagamaan.
Namun, menurutnya,
keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sosok guru. Guru memiliki
peran penting dalam perkembangan psikologis anak sekaligus menentukan bagaimana
karakter mereka tumbuh untuk menghadapi masa depan.
“Anak secara alamiah memiliki
kecenderungan meniru dan mengidolakan gurunya. Karena itu, guru harus mampu
menjadi sosok yang memberikan teladan yang baik,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa
setiap peserta didik memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda.
Perbedaan tersebut membutuhkan kepekaan guru agar mampu menciptakan suasana
belajar yang nyaman, aman, dan bermakna bagi seluruh peserta didik.
Karena itu, peningkatan
kompetensi guru tidak semata-mata tentang menambah pengetahuan dan keterampilan
mengajar. Lebih dari itu, guru perlu terus bertumbuh menjadi pribadi yang
mampu memberi contoh, memahami keberagaman karakter anak, serta menghadirkan
pembelajaran yang membentuk pengetahuan sekaligus kepedulian.
Melalui workshop ini, MIN 7
Nganjuk diharapkan semakin kuat menjadi madrasah yang tidak hanya unggul dalam
pembelajaran, tetapi juga mampu menanamkan kecintaan terhadap lingkungan,
kepedulian sosial, kesadaran kependudukan, dan karakter positif kepada peserta
didik.
Sebab, madrasah yang baik
dibangun dengan program yang kuat. Namun, madrasah yang menginspirasi lahir
dari guru-guru yang mampu menjadi teladan.