Pengajian Rutin TP PKK, DWP dan KORPRI Kabupaten Nganjuk, Perkuat Syukur dan Semangat Berbuat Kebaikan di Momentum HUT ke-81 RI
21 Agustus 2026 13 views

Pengajian Rutin TP PKK, DWP dan KORPRI Kabupaten Nganjuk, Perkuat Syukur dan Semangat Berbuat Kebaikan di Momentum HUT ke-81 RI

D

DWP

ptsp.kemenag.kab.nganjuk+DWP@placeholder.com

Nganjuk — Pengajian Rutin TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan KORPRI Kabupaten Nganjuk kembali digelar sebagai bagian dari agenda rutin untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Pengajian kali ini juga menjadi momentum untuk menyambut dan memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Kelompok Pengajian Rutin Kabupaten Nganjuk, Wibi Nastiti Trihandy, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Disampaikan bahwa rasa syukur patut diwujudkan atas berbagai keadaan yang dimiliki, termasuk nikmat hidup dengan tenang, dapat berkumpul bersama keluarga, serta masih diberikan kesempatan untuk hadir dan mengikuti kegiatan pengajian secara bersama-sama.
“Semakin banyak kita bersyukur, semakin banyak pula keberkahan Allah yang diberikan kepada kita. Rasa syukur tidak hanya kita ucapkan ketika mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, tetapi juga atas apa yang telah kita miliki,” ungkapnya.

Sementara itu, mauidhoh hasanah disampaikan oleh Ustadz KH. Mulyono, S.Ag. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan usia yang diberikan Allah SWT dan kemerdekaan Indonesia sebagai nikmat yang patut disyukuri. Menurutnya, rasa syukur hendaknya tidak berhenti pada ucapan Alhamdulillah, tetapi diwujudkan melalui perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari. “Marilah kita syukuri usia kita pada saat ini dan kita syukuri bangsa Indonesia yang telah berumur 81 tahun. Akan lebih baik apabila rasa syukur tersebut tidak hanya kita ucapkan dengan lafaz Alhamdulillah, tetapi juga diiringi dengan mengamalkan perbuatan yang baik,” tutur KH. Mulyono.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Mulyono turut mengingatkan tentang tiga amal yang pahalanya tetap mengalir setelah seseorang meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya. Sedekah jariyah dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kebaikan, termasuk membantu pembangunan masjid dan musala. Ilmu yang bermanfaat akan terus memberikan pahala ketika diamalkan dan diajarkan kepada orang lain, sedangkan doa anak saleh menjadi salah satu amal yang terus memberikan manfaat bagi kedua orang tua.

Lebih lanjut, jamaah diajak untuk senantiasa mengamalkan amar ma'ruf nahi munkar serta berlomba-lomba dalam kebaikan. Semangat tersebut diharapkan dapat diwujudkan tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, KH. Mulyono mengingatkan agar kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan tidak disia-siakan dengan perbuatan yang buruk. Kemerdekaan hendaknya diisi dengan kegiatan yang positif, menjaga persatuan, memperbanyak amal kebaikan, serta menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan tenteram. “Jangan kita khianati kemerdekaan ini dengan perbuatan-perbuatan yang buruk. Mari kita jalani kehidupan dunia ini dengan baik untuk mempersiapkan kehidupan akhirat kita,” pesannya.

Kegiatan Pengajian Rutin TP PKK, DWP, dan KORPRI Kabupaten Nganjuk tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan silaturahmi antarpeserta semakin erat serta tumbuh semangat untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperbanyak kebaikan, dan memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara.

Bagikan:
Aksesibilitas