Pengajian Rutin TP PKK, DWP dan KORPRI Nganjuk Tekankan Pentingnya Menjaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat
Inmas 28 September 2026 13 views

Pengajian Rutin TP PKK, DWP dan KORPRI Nganjuk Tekankan Pentingnya Menjaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat

D

DWP

ptsp.kemenag.kab.nganjuk+DWP@placeholder.com

Nganjuk — Pengajian Rutin TP PKK, DWP dan KORPRI Kabupaten Nganjuk kembali digelar sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Kegiatan tersebut diisi dengan santunan anak yatim serta mauidzoh hasanah yang mengangkat tema tentang pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia, dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Suasana semakin khidmat ketika Mahalul Qiyam dilantunkan dengan iringan Hadroh Himmatul Jadid Prambon.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan sari tilawah. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pengajian Rutin PKK dan DWP Kabupaten Nganjuk menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Semoga kegiatan pengajian rutin ini senantiasa memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.

Memasuki acara inti, peserta mendapatkan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Nur Hasan. Tausiyah diawali dengan bersholawat bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

KH. Nur Hasan mengajak para jamaah untuk terus memperbanyak prestasi dan berkarya, namun tetap memiliki kontrol diri dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Menurutnya, manusia perlu mampu meredam diri serta menjaga hati dan perilaku agar kehidupan yang dijalani tetap berada dalam koridor kebaikan.

Dalam tausiyahnya, KH. Nur Hasan menyampaikan sejumlah tanda orang yang memiliki karakter ahli surga. Di antaranya adalah memiliki wajah yang berseri-seri dan murah senyum, mudah memberikan bantuan kepada sesama, memiliki hati yang bertakwa serta tidak mudah berprasangka buruk kepada orang lain.

Selain itu, seseorang hendaknya membiasakan lisannya untuk berdzikir. Setiap aktivitas yang dilakukan juga dapat diniatkan sebagai ibadah. Ia mengingatkan bahwa salah satu tanda orang bertakwa adalah memiliki sikap mudah memaafkan kesalahan orang lain. Lebih lanjut, ia mengingatkan agar manusia tidak terlalu larut dalam kehidupan dunia hingga melupakan kehidupan akhirat. Kebahagiaan dunia dan akhirat dapat diupayakan melalui sikap sabar, ikhlas, dan istiqomah.

Sabar diperlukan dalam menghadapi takdir maupun berbagai persoalan kehidupan tanpa menanamkan kebencian di dalam hati. Sementara ikhlas perlu dibarengi dengan sikap qanaah atau menerima dan mensyukuri apa yang telah diberikan Allah SWT. Adapun istiqomah dapat diwujudkan dengan membiasakan diri membaca Al-Qur'an, melaksanakan salat, dan terus menuntut ilmu agama. Kehidupan dunia diibaratkan seperti seseorang yang sedang merantau, sehingga sifatnya hanya sementara dan harus diisi dengan amal kebaikan sebagai bekal kehidupan akhirat.

Ia turut menyampaikan beberapa amalan yang dinisbatkan kepada KH. As'ad Syamsul Arifin Situbondo, di antaranya memperbanyak istighfar sebagai upaya membersihkan hati, membaca Sholawat Jibril sebagai ikhtiar memohon terkabulnya hajat, serta membaca basmalah sebanyak 1.000 kali. Menutup tausiyahnya, KH. Nur Hasan mengajak seluruh jamaah untuk menjalani kehidupan dengan sederhana. Kehidupan dunia yang bersifat sementara hendaknya tidak menjadi tujuan utama, tetapi diisi dengan berbagai amal ibadah dan kebaikan.

Tags: inmas
Bagikan:
Aksesibilitas