Saring Sebelum Sharing, Mahasiswa Magang Kemenag Nganjuk Turut Jadi Representasi Pemuda Lintas Agama
Inmas 28 Oktober 2026 42 views

Saring Sebelum Sharing, Mahasiswa Magang Kemenag Nganjuk Turut Jadi Representasi Pemuda Lintas Agama

h

humas

kabnganjuk@kemenag.go.id

Nganjuk — Kerukunan tidak hanya diuji dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga di ruang digital. Di tengah derasnya arus informasi dan mudahnya penyebaran berita di media sosial, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan teknologi menjadi jembatan persatuan, bukan sumber perpecahan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Pemuda Lintas Agama dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Rabu (28/10/2026). Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk turut berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dengan pola hybrid tersebut.

Menariknya, Kemenag Nganjuk turut melibatkan mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang saat ini sedang melaksanakan program magang di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk. Kehadiran para mahasiswa tersebut menjadi representasi generasi muda dalam forum dialog lintas agama sekaligus wujud keterlibatan pemuda dalam merawat kerukunan dan memperkuat persatuan bangsa.

Partisipasi ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung pentingnya moderasi beragama, toleransi, serta tanggung jawab generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan sosial, khususnya di ruang digital.

Mengusung tema “Saring Sebelum Sharing: Peran Pemuda Lintas Agama Rawat Ruang Digital untuk Wujudkan Indonesia Rukun, Berdaulat, Adil dan Makmur”, dialog ini menjadi ruang perjumpaan gagasan sekaligus penguatan komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Kegiatan diawali dengan laporan panitia oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, dilanjutkan sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Memasuki sesi utama, dialog menghadirkan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI yang mengulas pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya sebagai bagian dari upaya merawat kerukunan di ruang digital. Narasumber berikutnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Timur, membahas peran pemuda lintas agama dalam menjaga stabilitas daerah dan meredam isu-isu sensitif di media sosial. Seluruh dialog dipandu oleh Dr. AW. Effendy.

Diskusi dan tanya jawab menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para peserta diajak memahami bahwa informasi yang belum terverifikasi, komentar provokatif, maupun narasi yang mempertentangkan identitas agama dapat memicu kesalahpahaman dan mengganggu keharmonisan masyarakat.

Karena itu, literasi digital perlu berjalan beriringan dengan sikap toleran, kedewasaan berpikir, dan tanggung jawab sosial. Pemuda lintas agama tidak cukup hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga perlu tampil sebagai pelopor penyebaran informasi yang menyejukkan, memperkuat persaudaraan, dan menghargai perbedaan.

  

Tags: inmas
Bagikan:
Aksesibilitas