Wasmad hadiri Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Teguhkan Semangat Pengabdian
pengawasmadrasah
humaskemenagnganjuk2022+pengawasmadrasah@placeholder.com
Nganjuk — Semangat patriotisme, kegigihan, dan empati menjadi pesan utama dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Rabu (28/10/2026). Berlangsung di halaman kantor setempat, upacara dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rahman, S.Ag., M.Pd.I., selaku inspektur upacara, dengan peserta dan petugas yang berasal dari ASN di lingkungan kantor tersebut.
Dalam
upacara tersebut, kepala kantor membawakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia, Erick Thohir, sebagai pengingat pentingnya peran generasi
muda dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan bangsa. Mengusung tema
“Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tahun ini
menekankan bahwa kemajuan Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya
berani dan tangguh, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dalam
amanatnya, Erick Thohir menegaskan bahwa patriotisme harus diwujudkan melalui
pengabdian dan tindakan nyata, kegigihan ditunjukkan dengan tidak menyerah
menghadapi kesulitan, sedangkan empati tercermin dari kepedulian terhadap
masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Patriotisme
tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan
kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang
sesungguhnya,” demikian salah satu pesan dalam amanat tersebut.
Amanat
itu juga mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan potensi, bekerja
keras, serta menyeimbangkan keberanian dengan kepedulian. “Jadilah generasi
yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani,” menjadi pesan yang
relevan bagi seluruh elemen bangsa, termasuk ASN dalam menjalankan tugas dan
tanggung jawab pelayanan publik.
Melalui
peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, semangat persatuan diharapkan terus
tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Bagi ASN Kemenag Nganjuk, nilai
patriotisme, kegigihan, dan empati menjadi pengingat untuk memperkuat
pengabdian, menjaga kebersamaan, serta menghadirkan pelayanan yang bermanfaat
bagi masyarakat. (pur).